
hatarakibachi
radamelowtapigaalaysesuailiriknyaya
Hatarakibachi Bait 1 Aku tiba di negeri sakura, bahasa asing menyapa telinga. Undangan mimpi membawaku jauh, namun hati masih mencari rumah. Bait 2 Menara tinggi menembus langit, kota berlari tanpa henti. Dari jendela kulihat dunia, besar sekali, kecil diriku di sini. Bait 3 Langkah manusia deras di stasiun, waktu berdetak tanpa ampun. Mereka hidup seperti dikejar hari, hatarakibachi—pekerja tanpa henti. Bait 4 Di meja ramen kita bertemu lagi, kenangan lama perlahan kembali. Tawamu masih seperti dahulu, namun hatiku tak sama lagi. Bait 5 “Kau cantik,” katamu ringan, namun kata itu terasa beban. Aku ingin dihargai bukan rupa, melainkan karya dan perjuangan. Bait 6 Kau bercerita tentang mimpi dan ambisi, tentang serangga dan penemuan tinggi. Cintamu singgah hanya sesaat, seperti kupu-kupu yang cepat pergi. Bait 7 Di kota gemerlap penuh cahaya, aku belajar menjaga jiwa. Tak semua yang tinggi terasa megah, jika hati kehilangan makna. Bait 8 Aku bukan hatarakibachi selamanya, hidup bukan hanya kerja tanpa jeda. Ada mimpi, cinta, dan harga diri, yang membuat manusia benar merdeka.
