
Matinya Sang Keadilan
metal,Symphonic80smetalwithsoaringmalevocals,gallopingrhythmguitars,andbigcathedralchoirs.Introcarriesaboldleadmelodydoubledbystringsandguitar;versessitonchuggingriffsandtom-drivendrums.Chorusexplodeswithstackedharmoniesandchurchorgan;mid-songinstrumentalreprisebringsbacktheintromelodyasadramaticbreakbeforethefinalhigh-notechorus.
[Intro] [Melodi gitar dan orkestra membentang Tema utama naik turun Lalu mereda pelan] [Verse 1] Di lorong sunyi Jam dinding retak Nama-nama hilang di tumpukan berkas Mulut mereka disumpal janji Yang ditulis di tinta basi Anak kecil tanya “Ayah di mana?” Ibunya jawab dengan mata merah Di layar kaca Wajah tersenyum Di balik meja Nurani padam [Chorus] Matinya sang keadilan Disalib di antara angka-angka Darahnya jadi tanda tanya Di setiap hati yang masih percaya Matinya sang keadilan Dikubur di bawah meja rapat Tapi kita yang masih bernapas Kan jadi suara yang tak bisa kau padamkan (woah) [Verse 2] Suara palu jatuh Tapi hampa Tak ada gema Tak ada makna Jalanan penuh poster lusuh Janji lama Tinggal debu Malam memeluk kota lelah Doa-doa terbang Kepala menengadah “Jika kebenaran ikut mati Siapa jaga sisa nurani?” [Chorus] Matinya sang keadilan Disalib di antara angka-angka Darahnya jadi tanda tanya Di setiap hati yang masih percaya Matinya sang keadilan Dikubur di bawah meja rapat Tapi kita yang masih bernapas Kan jadi suara yang tak bisa kau padamkan (hey!) [Bridge] [Melodi intro kembali Lebih megah Gitar harmonisasi dengan biola dan paduan suara] Hari berganti Luka tetap Tapi bara kecil belum lenyap Dari runtuhan Suara serak Berbisik: “Aku belum tewas…” [Chorus] Matinya sang keadilan Hanya bila kita ikut diam Selama satu jiwa melawan Masih ada nyala di kegelapan Matinya sang keadilan Bukan akhir Hanya peringatan Bangkitkan hati yang tertidur Hidupkan lagi harga kehidupan (ooh yeah)
