
Gumam di Bawah Hujan
Indiefolkwithintimateacousticguitarandsoftbrushypercussion;close-micmalevocalsalmostspokenintheverses,thenbloomingintoasmall-choirchoruswithtightharmonies.Subtleorganpadswellsunderthehook,raindrop-likeglockenspielonkeyphrases.Dynamicarcrisesgentlyfrommurmuredobservationtowarm,communalrelease.
[Verse 1] Hujan sedang Jatuh rata di atap seng Orang melintas Payung miring Gumam bercampur uap dan asap gorengan Ada yang mengeluh soal harga Ada yang menawar jarak pulang Kata-kata putus di tengah kalimat Ditelan deras air di selokan [Chorus] Tawa singkat yang terputus oleh gemuruh air Seperti korek yang hampir nyala lalu padam lagi Kita saling pandang Saling lupa Saling ingat Di bawah langit tumpah Kita cuma jeda sebentar [Verse 2] Warung sempit Meja lengket Gelas berembun Radio tua serak-serak Kalah oleh bunyi air memukul terpal biru Seorang ibu cerita anaknya sakit Seorang bapak cerita masa kecil Setiap kali suara pecah jadi pelan Hujan menimpa cerita yang belum selesai [Chorus] [Bridge] [low vocal register] Mungkin begini caranya dunia Mengajari kita Bahwa tidak semua kalimat Harus selesai dengan jelas [whispered vocals] Kadang cuma Tawa setengah Napas tertahan Lalu air jatuh lagi [Chorus]
