
Air Naik di Karawang
Cinematicfolk-popwithintimateacousticguitarandsubtlepiano,malevocals.Versesstaycloseandnarrativewithsoftfingerpicking;chorusbloomswithwarmpadsandlowpercussionswellslikerisingwater.Bridgestripsbacktovocalandpianobeforeafinal,emotionalchoruswithgentlegang-stylebackingharmonies.
[Verse 1] Pagi itu langit berat Awan hitam turun pelan Orang bilang "paling juga reda" Tapi hujan jatuh berkepanjangan Parit kecil penuh duluan Jalan kampung mulai hilang Motor lewat bikin gelombang Anak-anak diam Bukan lagi bermain [Chorus] Air naik di Karawang Masuk rumah Masuk ruang sembahyang Foto lama basah di dinding miring Teras jadi seperti kolam Air naik di Karawang Nama kampung terapung di siaran Kita saling panggil dalam gelap "Masih di sana? Masih bertahan?" [Verse 2] Kasur digantung di kusen Beras disimpan dalam ember Ibu peluk map ijazah anaknya Lebih rapat dari selimut tebal Bapak ikat kandang ayam Tapi arus makin tak sabar Dia lepaskan satu per satu "Biar selamat Biar mengerti jalan pulang" [Chorus] Air naik di Karawang Masuk rumah Masuk ruang sembahyang Foto lama basah di dinding miring Teras jadi seperti kolam Air naik di Karawang Nama kampung terapung di siaran Kita saling panggil dalam gelap "Masih di sana? Masih bertahan?" [Bridge] Di atap kita hitung jam Dengar azan bercampur sirene Langit seperti tak habis-habis Tapi tangan tetap saling mencari [Chorus] Air surut pelan di Karawang Menyisakan lumpur di setiap sayang Jejak air di dinding jadi garis Cerita tahun yang tak kita pilih Air surut pelan di Karawang Kita mulai lagi Pelan-pelan Sambil berdoa dalam hati yang lelah "Jangan terulang Jangan sebesar ini lagi"
